Jack Ma Akan Jadi Guru Startup Di Indonesia

Jack Ma Akan Jadi Guru Startup Di Indonesia

Beberapa pekan belakangan media online serta media cetak Indonesia dikabarkan menyuguhkan berita hangat secara khusus dibidang teknologi komunikasi yang mana diberitakan jika seorang Jack Ma yang menjadi pendiri Alibaba akan menjadi satu guru startup diIndonesia.

Berita tersebut santer dikabarkan terkait kunjungan kerja yang dilakukan salah satu menteri Indonesia keluar negeri yakni Rudiantara selakuk menteri komunikasi dan Informatika. Pada kunjungan kerja tersebut, Rudiantara selaku MenkomInfo mengajak para investor dunia untuk berkunjung ke Indonesia secara khusus berkunjungi ke program Next Unicorn Indonesia.

Rudiantara juga menuturkan jika para investor menerima hal tersebut dengan positif yang mana para investor menilai Indonesia merupakan salah satu Negara dengan tingkat pasar yang sangat besar, memiliki berbegai macam startup dengan jumlah yang banyak serta investor juga menuturkan jika pemerintah Indonesia terbuka untuk mendorong industry startup.

Melalui pernyataan Rudiantara, bahwa Jack Ma akan datang lagi ke Indonesia. Kedatangannya pun disinyalir akan menindaklanjuti terhadap pertemuan pemerintah pada waktu sebelumnya, yang mana pemerintah mengusulkan akan membuka Jack Ma Institute serta meminta Jack Ma untuk melakukan penggemblengan sumber daya manusia yang ada di Indonesia.

Terkait berita bahwa Jack Ma akan menjadi guru startup di Indonesia, pihak Alibaba langsung memberikan klarifikasi bahwa pendiri Alibaba yakni Jack Ma yang telah pension dari perusahaan tersebut bahwa kabar yang beredar tidak benar adanya.

Juru bicara perusahaan ternama tersebut yakni Alibaba menegaskan jika Jack Ma akan tetap menjadi Chairman Alibaba. Pada tanggla 10 september 2018, Jack Ma akan mengumumkan semua rencana transisi kepemimpinan perusahaan yang paling berharga di Asia. Pengumuman tersebut juga bertepatan dengan hari ulang tahun Jack Ma sendiri. Bahkan kabar yang beredar di Indonesia dianggap bertentangan dengan kabar yang diberitakan di New York Times.

Kabar yang beredar juga ditepis melalui pernyataan yakni Jack Ma salah satu senior manajer yang bertanggung jawab untuk kelanjutan misi perusahaan Alibaba. Hal tersebut berdasarkan laporan tahunan yang dimiliki perusahaan Alibaba yang sudah diajukan kepada Securities and Exchange Commission AS.

Jack Ma juga memberikan komentar jika tidak bisa membayangkan apa yang bakalan dilakukan perusahaan Alibaba tanpa dirinya. Jack Ma juga menuturkan tidak akan melangkah tanpa sebuah sebab yang pasti atau gangguan, melainkan dirinya sangat merasa bangga jika sekarang Alibaba memiliki struktur yang baik diantaranya talenta yang banyak timbul dalam perusahaan yang telah dikelola beberapa tahun belakangan.

Terkait pertemuan dirinya yakni Jack Ma dengan petinggi Negara Indonesia Jokowi Widodo pada sabtu (1/9/2018), Jack Ma menuturkan jika dirinya belum memberikan penjelasan pasti namun dirinya masih mempertimbangkan tawaran yang diberikan kepada dirinya tentang akan dibangunnya Institut stratup yang melibatkan namanya di Indonesia.

Pegusulan yang diberikan oleh Rudiantara terkait pendirian institute startup diharapkan bisa memberikan dampak yang baik bagi Indonesia yang mana hal tersebut diharap bisa membuat Indonesia mampu mengejar ekonomi digital yang secara bersamaan juga tengah digencarkan beberapa Negara lainnya.

Kurangnya kemampuan sumber daya manusia dalam mengejar harapan tersebut, maka kebutuhan talenta terkait pertumbuhan ekonomi akan sulit dicapai (tutur Rudiantara).

Bila adanya institut nantinya diharapkan mampu mendongkrak sumber daya manusia yang mana sangat dibutuhkan didalam dunia industri Negara seperti Indonesia. Dengan adanya institute tersebut Rudiantara juga berharap talenta yang dihasilkan benar-benar memiliki kualitas yang lebih, sehingga tidak menutup kemungkinan telenta-talenta itu nantinya mampu membuat beberapa keluaran startup terbaru yang tidak kalah saing dengan Negara berkembang lainnya.